Skip to content

Lampiran A2 — Kronologi dan Kunjungan Daerah

Lampiran ini menghimpun detail kronologis tiga jenis kegiatan organisasi PSMTI yang dalam chapter prosa hanya muncul sebagai highlight: Munas dan Rakernas tingkat nasional 1998–2009, kunjungan Tedy Jusuf ke daerah dalam rangka peresmian cabang dan sosialisasi, serta tiga kunjungan khusus yang menjadi rujukan Bab 7, Bab 8, dan Bab 11 (Pontianak – Christiandy Sanjaya, Parapat – Tedy Siagian, Penang – RS Mahkota dan Sekolah Menengah). Pembaca yang ingin tahu kapan PSMTI cabang Cilegon diresmikan, atau hasil persisnya Rakernas ke berapa di Palembang, dapat mengonsultasikan tabel berikut.

Sumber utama: Menggapai Kesetaraan (MK), terutama Bab 31 (kunjungan daerah), Bab 34 (Munas I), Bab 40 (rekapitulasi Munas-Rakernas-Rapimnas), Bab 39 (kampanye Kalbar), dan Bab 42 (penghargaan Malaysia); Orang Tionghoa dalam NKRI (OT) Bab 21; dan rangkuman publik PSMTI Sejarah (PSJ). Listing yang dimuat di A2 adalah subset chunk-id yang telah ditelusuri selama penyusunan buku; pembaca yang ingin verifikasi formal dapat merujuk pada chunk yang disebutkan.

1. Musyawarah Nasional, Rapat Kerja Nasional, Rapat Pimpinan Nasional

PSMTI menyelenggarakan empat Musyawarah Nasional sepanjang periode kepemimpinan Tedy Jusuf (1998–2009), didahului Seminar Nasional 1999 yang sekaligus berfungsi sebagai Rapat Kerja Nasional pertama, dan diapit oleh delapan Rapat Kerja Nasional rutin serta satu Rapat Pimpinan Nasional menjelang akhir periode. Kronologi lengkap:

ForumTanggalLokasiHadirHasil pokok
Seminar Nasional / Rakernas ISeptember 1999Hotel Omni Batavia, JakartaUtusan 38 daerahUsul perubahan istilah "Cina" → "Tionghoa"; usul perubahan istilah "Indonesia Asli" pada Pasal 6 UUD 1945 (MK#p291, MK#p292, PSJ#p1)
Munas I28 November – 1 Desember 2000Hotel Novotel, BatamUtusan 70 daerahMengesahkan AD/ART definitif; memilih Tedy Jusuf sebagai Ketua Umum periode 2000–2003; menuntut Imlek sebagai Hari Libur Nasional (MK#p293, MK#p294, PSJ#p1)
Rakernas II19 Maret 2001Will Top Hotel, JakartaUtusan 80 daerahMenganjurkan partisipasi orang Tionghoa dalam semua aspek kehidupan masyarakat dan profesi (PSJ#p1)
Rakernas III2002Omni Batavia Hotel, JakartaUtusan 117 daerahMenuntut hak kesetaraan dan penghapusan peraturan diskriminatif termasuk SBKRI (PSJ#p1)
Munas II28 September 2003Denpasar, BaliUtusan 257 kota + mancanegaraMendesak penghapusan peraturan diskriminatif; mensukseskan pembangunan TBTI di TMII; memilih kembali Tedy Jusuf sebagai Ketua Umum periode 2003–2006 (MK#p317, PSJ#p1)
Rakernas IV31 Januari 2004The Batavia Hotel, JakartaMemperkenalkan Pengurus Pusat periode 2003–2006; mendukung pembangunan TBTI; menganjurkan partisipasi sebagai calon legislatif Pemilu Mei 2004 (OT#p211, PSJ#p1)
Rakernas VAgustus 2004Kartika Chandra Hotel, JakartaUtusan 119 kotaPenataan keanggotaan dan iuran; menuntaskan masalah SBKRI; partisipasi pemilihan Presiden September 2004 (PSJ#p1)
Rakernas VISeptember 2005Hotel Niagara, Danau Toba, Parapat – Sumatera UtaraUtusan 20 provinsi, 79 kotaMemonitor pelaksanaan penghapusan SBKRI; menghimpun dana TBTI (MK#p325, PSJ#p1)
Munas III8–10 November 2006Red Top Hotel, JakartaUtusan 27 provinsi, 52 kota + 5 mancanegaraMemilih Tedy Jusuf sebagai Ketua Umum periode 2006–2009 (periode terakhir); pelunasan kantor sekretariat PSMTI; himpun dana TBTI (MK#p318, OT#p209, PSJ#p1)
Rakernas VII17 Maret 2007The Batavia Hotel, JakartaUtusan 13 provinsi, 10 kabupaten/kotaMengusut kembali aset milik orang Tionghoa; menerima masukan penyusunan kepengurusan 2006–2009 (MK#p325, PSJ#p1)
Rakernas VIII5–7 Desember 2007Hotel Royal Asia, PalembangUtusan 24 provinsi, 32 kabupaten/kotaDukungan dana TBTI; dukungan warga Tionghoa menjadi pejabat pemerintahan provinsi/kabupaten/kota (MK#p326, PSJ#p1)
Rapimnas29 Februari 2008JakartaUtusan 22 provinsiTata cara penyelesaian pemutihan kependudukan; status badan hukum Vihara/Kelenteng; penjelasan status aset Tionghoa yang dikuasai sejak 1966; sikap terhadap Partai Trisakti (MK#p327, PSJ#p1)
Munas IV17–19 November 2009Hotel Batavia, JakartaMerumuskan Visi-Misi PSMTI 10 tahun ke depan; mengesahkan AD/ART; menetapkan Program Kerja 2009–2013; memilih Rachmat Mulya sebagai Ketua Umum periode 2009–2013 — transisi demokratis pertama Ketua Umum PSMTI (MK#p319)

Catatan kronologis: Munas IV adalah Munas pertama setelah lebih dari satu dasawarsa kepemimpinan Tedy Jusuf. Diskusi tentang lengsernya Tedy dan transisi ke Rachmat Mulya kemudian ke David Herman Jaya (2014) ada di prosa Bab 11 dan Bab 12. Suhu Acai, tokoh PSMTI Batam, berperan kunci dalam penyelenggaraan Munas I (MK#p295).

2. Kunjungan ke daerah dalam rangka peresmian cabang

Selama periode 1998–2009 Tedy Jusuf melakukan kunjungan ke daerah untuk meresmikan cabang PSMTI, menghadiri pelantikan pengurus, dan sosialisasi visi-misi. Tujuan kunjungan dirumuskan eksplisit dalam MK#p224: pengukuhan pengurus, sosialisasi PSMTI, dan menjawab undangan masyarakat. Total cabang yang tercatat hingga akhir periode Tedy mencapai 128 kota di seluruh Indonesia (MK#p226).

Tabel berikut meringkas peresmian cabang yang teridentifikasi selama penelusuran sumber — bukan daftar lengkap, melainkan listing peresmian yang chunk-id-nya telah diverifikasi. Daftar lengkap 128 kota dapat direkonstruksi dari rangkaian chunk MK#p227 sampai MK#p285 (Bab 31).

ProvinsiKota / KabupatenTanggal peresmianKetua awalCatatan
Kepulauan RiauBatam28 November 1998Soehendro Gautama, S.H.Cabang pertama PSMTI di Indonesia; dua bulan setelah Deklarasi Pusat (MK#p126)
AcehKota Meulaboh2005Sumardi Tju(MK#p228)
AcehKota Lhokseumawe27 September 2005Muchlis Ibnu HajarPeresmian bersama Kota Langsa (MK#p228)
Sumatera UtaraKota Medan27 Februari 2004Wagimin Tjuwundo SiagianPelantikan bersama Kab. Simalungun, Kab. Labuhan Batu, dan Binjai di Balai Rasa Sayang III, Hotel Polonia Medan (MK#p230)
Sumatera UtaraKota Simalungun27 Februari 2004Julian MartinPelantikan bersamaan dengan Medan (MK#p230)
Sumatera UtaraKab. Nias3 Agustus 2001Thamrin Halim(MK#p232)
Sumatera UtaraKota Sibolga28 Maret 2006Bengawan Halim(MK#p232)
Kalimantan Tengah(afiliasi Yayasan Harapan Sejahtera)Ibnu HalimYayasan ini berfungsi sebagai organisasi afiliasi PSMTI di Kalteng (MK#p275)
Kalimantan SelatanProvinsi Kalimantan SelatanHansasadi Tiono(MK#p275)
Sulawesi SelatanKota Pare PareLoekita Sudirman(MK#p282)
Sulawesi SelatanKab. BulukumbaOscar SiadyTerkait Yayasan Dharma Mulia Tionghoa Kab. Bulukumba (MK#p282)
Sulawesi SelatanKab. WajoSurahman Wijoyo(MK#p282)
Sulawesi TenggaraProvinsi Sulawesi TenggaraJerry Chendarma(MK#p282)
Sulawesi TenggaraKota Bau BauIngga Rozali(MK#p282)

Tabel ini dirinci hanya untuk kota yang chunk-id-nya teridentifikasi selama penelusuran sumber. Daftar lengkap 128 kota cabang dengan tanggal peresmian dan nama Ketua tersedia dalam Bab 31 Memoar Menggapai Kesetaraan, halaman 207 sampai 285. Pembaca yang ingin rekapitulasi resmi terkini sebaiknya menghubungi Sekretariat PSMTI Pusat.

3. Kunjungan khusus

Tiga kunjungan dijabarkan terpisah karena rujukan substantifnya muncul di chapter prosa.

3.1 Kunjungan Pontianak — 4–6 Mei 2001 (kunjungan perdana)

Tedy Jusuf dengan rombongan Pengurus Pusat berkunjung ke Pontianak selama tiga hari pada tanggal 4 sampai 6 Mei 2001, berjumpa dengan Pengurus Yayasan Bhakti Suci dan Yayasan Marga Lim, Tan, Wong, serta tokoh-tokoh Santyoso Tio dan Bapak Adijanto (MK#p274). Pada kunjungan yang sama Tedy meninjau barisan Pemadam Kebakaran yang dioperasikan Pemuda Tionghoa Pontianak dan dialog dengan masyarakat Tionghoa Singkawang (MK#p274, MK#p85). Yayasan Bhakti Suci pada kesempatan ini bersedia menjadi organisasi afiliasi PSMTI untuk wilayah Kalimantan Barat — masalah orang Tionghoa di Kalbar diurus oleh Yayasan Bhakti Suci, sementara hal yang berurusan dengan Pemerintah Pusat ditangani oleh PSMTI (MK#p274). Pola afiliasi ini berbeda dengan pola peresmian cabang langsung di provinsi lain.

3.2 Kunjungan Parapat — September 2005 (Rakernas VI dan pemberian Marga Siagian)

Tedy Jusuf melakukan survei ke Parapat–Danau Toba pada 1 September 2005 sebagai persiapan Rakernas VI, didampingi Pendeta Eben Siagian (MK#p87). Survei dilanjutkan ke Kota Balige menghadap Bupati Toba Samosir, di mana Bupati dan Wakil Bupati Mindo Tua Siagian beserta unsur Muspida menyambut rombongan dengan ramah. Acara pemberian Marga Batak Siagian kepada Tedy Jusuf dilaksanakan sebelum Rakernas, dengan acara makan masakan BB di sebuah restoran di Kota Medan bersama beberapa Tokoh Marga Siagian — saat itu juga diketahui Ketua PSMTI Medan, Wong Pau Cin yang sudah menyandang Marga Siagian (MK#p88, MK#p230). Pada 28 September 2005 malam penyambutan tamu Rakernas di Hotel Niagara Parapat, Pemkab Tobasa mengirimkan Tim Kesenian lengkap dengan alat musik khas Batak. Pada hari Rakernas berikutnya, Wakil Bupati Mindo Tua Siagian menyampaikan sambutan bahwa beliau dan Tedy Jusuf sudah bersaudara dalam Keluarga Besar Siagian — sejak hari itu nama Tedy menjadi "Tedy Siagian" dalam silaturahmi Marga Siagian di Jakarta dan Bekasi (MK#p88).

3.3 Kampanye Pontianak — Pilkada Kalbar (kunjungan kedua)

Pada pemilihan kepala daerah Kalimantan Barat, Drs. Christiandy Sanjaya (Bong Hong San) maju sebagai calon Wakil Gubernur. Tedy Jusuf diminta oleh Bapak Iman Mulyadi Apiang, ketua Tim Sukses "Tong Sin / Sehati", untuk berkampanye di kalangan masyarakat Tionghoa di Pontianak (MK#p313). Tedy menyanggupi meski PSMTI sebagai organisasi tidak diperkenankan terlibat politik praktis, dengan pertimbangan moral mendukung agar masyarakat Tionghoa tidak trauma terhadap kegiatan politik dan mau memilih orang Tionghoa yang bekerja melalui jabatan publik. Kampanye Tong Sin diselenggarakan di sebuah Gedung Olahraga Pontianak; orasi disampaikan dalam bahasa Indonesia bercampur Hakka dan Mandarin (MK#p314). Pasangan Christiandy Sanjaya terpilih dan terpilih lagi untuk periode berikutnya (MK#p314).

3.4 Kunjungan Penang — 2009 (penghargaan untuk RS Mahkota dan Sekolah Menengah)

Tahun 2009 Tedy Jusuf khusus ke Penang Malaysia menyampaikan Penghargaan dan Ucapan Terima Kasih kepada Rumah Sakit Mahkota dan sebuah Sekolah Menengah di Penang (MK#p334). Latar belakang penghargaan: setelah Peristiwa Mei 1998 banyak orang Tionghoa Indonesia yang mengungsi ke Penang mendapat layanan istimewa — RS Mahkota menerima pasien gangguan jantung, stres, tekanan darah tinggi, susah tidur, dan luka aniaya dengan potongan biaya pengobatan; sebuah Sekolah Menengah di Penang menyiapkan kelas khusus untuk anak-anak Indonesia yang mengungsi, menggunakan kurikulum Indonesia dengan pengantar Bahasa Indonesia (MK#p334). Saat kunjungan, Pimpinan Rumah Sakit Mahkota berkomitmen melanjutkan potongan biaya berobat untuk Anggota PSMTI. Diskusi substantif tentang pola lintas-batas pertolongan ini ada di prosa Bab 8.

4. Konteks pertemuan internasional yang relevan

Sebagai catatan silang untuk kunjungan luar negeri lain pada periode yang sama, Tedy Jusuf juga menghadiri Pertemuan Perkumpulan Marga Tionghoa se-ASEAN tahun 2007 di Penang Malaysia bersama Kadir dan Telli Gozalie (MK#p199), dan Pertemuan ke-3 tahun 2008 di Bangkok Thailand dengan rombongan 30 orang (MK#p199). Pertemuan ke-4 ASEAN tahun 2010 diselenggarakan di Jakarta saat Tedy sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PSMTI (MK#p199). Pembahasan substantif tentang konferensi Bangkok dengan sambutan Perdana Menteri Thailand yang menyatakan "tiap orang Thailand dalam badannya pasti ada darah Tionghoa" ada di prosa Bab 10.


Catatan kelengkapan korpus. Beberapa Rakernas awal (I sampai V) dirinci dalam rangkuman PSMTI Sejarah dan referensi pengulangan di OT#p212, tetapi detail isi rapat di luar tema pokok tidak ditranskripsi panjang lebar dalam memoar — Tedy mencatat Munas sebagai forum keputusan, Rakernas sebagai forum kerja. Pembaca yang ingin notulen lengkap perlu merujuk arsip Sekretariat PSMTI Pusat. Demikian pula daftar 128 kota cabang dengan tanggal peresmian dan nama Ketua yang lengkap berada di Bab 31 Menggapai Kesetaraan halaman 207 sampai 285, terlalu panjang untuk ditranskripsi penuh dalam lampiran ini.